Senin, 12 Maret 2012

angin muson


BAB I 
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Angin adalah gerak atmosfer atau udara nisbi terhadap permukaan bumi. Gerak ini gerak mempunyai dua dimensi, yaitu dimensi horisointal dan dimensi vertikal. Pada umumnya atmosfer adalah horisontal, karena daerah yang diliputnya jauh lebih luas dan kecepatan horisontalnya jauh lebih besar daripada kecepatan vertikalnya. Adapun penyebab perbedaan tekanan udara adalah intensitas panas matahari. Udara yang terkena panas matahari akan mengembangkan sehingga tekanan udara menjadi rendah. Oleh karena itu, udara bergerak dari daerah yang bertekanan udara tinggi menuju daerah bertekanan udara rendah.
Dipermukaan bumi daerah yang mempunyai tekanan udara rendah adalah di khatulistiwa karena selalu mendapat sinar matahari. Adapun di derah kutub utara dan kutub selatan tekanan udaranya lebih tinggi. Oleh karena itu, aliran udara bergerak dari daerah kutub menuju daerah khatulistiwa. Hubungan antara tekanan udara dan arah angin dinyatakan dalam hukum buys ballot bahwa udara mengalir dari daerah bertekanan maksimum ke daerah minimum. Arah angin akan membelok ke kanan di belahan bumi utara dan membelok ke kiri di belahan bumi selatan.
Besar kecilnya kecepatan angin di tentukan oleh :
a.       Besar kecilnya gradien berometrisnya.
Gaya gradien barometris adalah besarnya perbedaan tekanan udara antara 2 isobar yang berjarak 111 km dan dinyatakan dalam milibar (mb). Makin besar perbedaan tekanan udara tersebut makin  cepat angin bergerak.
b.      Banyak sedikitnya hambatan.
Faktor yang dpat menjadi hambatan gerakan angin antara lain relief pemukaan bumi, gedung-gedung (bangunan), dan pohon-pohon. Makin banyak rintangan yang menghalang laju gerakan angin, makin lambat kecepatan angin tersebut.
c.       Letak hambatan
Kecepatan angin di dekat khatulistiwa lebih cepat dari lainya. Sebalinya yang lebih jauh dari khatulistiwa lebih lambat.
d.      Tinggi tempat
Semakin tinggi tempat semakin kencang pula angin yang bertiup
e.       Waktu
Di siang hari angin bergerak lebih cepat daripada di malam hari.
Tekanan udara  berbeda-beda antar tempat dan pada tempat tertentu dapat berubah secara dinamis. Perbedaan tekanan udara itu menyebabkan terjadinya angin. Oleh karena itu, angin juga sangat beragam bergantung tempatnya. Angin selalu diberi nama sesuai dengan arah asalnya. Kata "muson" tampaknya berasal dari sebuah kata dalam bahasa Arab (mosem), yang berarti musim. Kata ini paling sering digunakan untuk  perubahan musiman arah angin di sepanjang pesisir Samudra Hindia, khususnya di Laut Arab, yang bertiup dari barat daya untuk setengah tahun dan dari timur laut untuk setengah tahun lainnya. Pelaut Yunani dalam legenda, Hippalus secara tradisional dianggap sebagai orang pertama yang menggunakan muson untuk mempercepat pelayaran sepanjang Samudra Hindia, nama kuno untuk angin muson di daerah ini juga dipanggil Hippalus.

1.2  Rumusan Masalah
1.      Apa saja jenis angin muson?
2.      Bagaimana proses terjadinya angin muson?
3.      Apa dampak angin muson terhadap curah hujan dan angin di Indonesia?

1.3  Tujuan
1.      Untuk mengetahui jenis angin muson
2.      Untuk mengetahui proses terjadinya angin muson
3.      Untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan angin muson

 BAB II
PEMBAHASAN
Wilayah Indonesia terdiri dari atas pulau-pulau, baik besar maupun kecil. Kepulauan Indonesia dengan semua wilayah perairannya dipandang oleh bangsa Indonesia sebagai satu kesatuan yang utuh, tidak terpisah-pisah antara satu pulau dengan pulau lainya. Secara umum kondisi musim yang ada di Indonesia dipengaruhi oleh fenomena iklim global antaranya El Nino, La Nina atau Dipole Mode dan fenomena iklim regional seperti sirkulasi Monsun Asia-Australia. Wilayah ekuator pada umumnya merupakan wilayah pusat tekanan rendah atau lebih dikenal dengan wilayah siklon. Wilayah siklon merupakan wilayah tempat berkembangnya awan-awan konvektif yang menjadi sumber pertumbuhan badai dan cuaca buruk lainnya. Wilayah ini lebih dikenal dengan nama Inter Tropical Convergence Zone (ITCZ). Wilayah ini terletak antara lintang 5° sampai 23° baik utara maupun selatan.
Letak geografis adalah kedudukan suatu tempat dibandingkan dengan daerah-daerah lain disekitarnya. Letak geografis ini sering dinamakan posisi relatif atau posisi yang sebenarnya dilihat dari daerah lain. Secara geografis, kepulauan Indonesia diapit oleh dua benua, yaitu Benua Asia dan Benua Australia serta dua samudra, yaitu Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Pengaruh letak geografis terhadap kehidupan di Indonesia adalah bertiupnya angin muson. Angin muson di Indonesia ada 2 macam yaitu:
a.       Angin muson barat
Angin muson barat terjadi pada bulan Oktober - Februari. Hal ini dikarenakan pada 23 September sampai dengan 21 Maret, matahari tepat berada di bumi selatan sampai pada garis lintang 23,5° LS tepat pada 22 Desember. Letak matahari tersebut menyebabkan intensitas penyinaran matahari di benua Australia lebih tinggi daripada di Benua Asia sehingga suhu udara di Australia maksimum dan di Asia minimum. Dengan demikian, tekanan udara di Asia menjadi tinggi dan di Australia menjadi rendah, karena angin selalu bertiup dari tekanan udara yang tinggi ke tekanan udara yang rendah maka bertiuplah dari Asia ke Australia melalui Indonesia. Angin ini melalui Lautan Teduh (Hindia) dan Samudera Pasifik yang luas, sehingga angin ini mengandung banyak uap air. Akhirnya, terjadilah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia.
b.      Angin muson timur
Angin ini disebut juga angin muson tenggara dan bertiup pada bulan April sampai dengan Agustus. Hal ini karena mulai 21 Maret sampai 23 September kedudukan matahari tepat berada di utara sampai garis lintang 23,5° LU pada 21 Juni. Intensitas sinar matahari lebih tinggi di Benua Asia daripada di Benua Australia. Akibatnya, di Asia tekanan udara rendah dan di Australia tekanan udaranya tinggi. Akhirnya, bertiuplah angin dari Australia menuju Asia. Karena melewati stepa dan sabana (padang rumput) yang luas, angin ini tidak membawa uap air sehingga sebagian wilayah Indonesia mengalami musim kemarau. Pada pertengahan oktober dan april baiasanya arah angin tidak jelas arahnya sehingga pada masa tersebut musim di indonesia menjadi tidak menentu. Adapun musim tersebut dinamakan musim pancaroba
Muson terjadi karena daratan menghangat dan menyejuk lebih cepat daripada air. Hal ini menyebabkan suhu di darat lebih panas daripada di laut pada musim panas. Udara panas di darat biasanya berkembang naik, menciptakan daerah bertekanan rendah. Ini menciptakan sebuah angin yang sangat konstan yang bertiup ke arah daratan. Curah hujan yang terkait disebabkan udara laut yang lembap yang dialihkan ke arah pegunungan, yang kemudian menyebabkan pendinginan, dan lalu pengembunan.
Pada musim dingin, udara di darat menjadi lebih sejuk dengan cepat, tetapi udara panas di laut bertahan lebih lama. Udara panas di atas laut berkembang naik, menciptakan daerah bertekanan rendah dan angin sepoi-sepoi dari darat ke laut. Karena perbedaan suhu antara laut dan daratan lebih kecil dibandingkan saat musim panas, angin muson musim dingin tidak begitu konstan. Muson mirip dengan angin laut, namun ukurannya lebih besar, lebih kuat dan lebih konstan.
Angin muson yang kita ketahui pada musim panas massa sumber udara berasal dari tiga yaitu pertama massa udara Samudera Hindia yang bersifat lembab, hangat, dan mengalami konvergensi setelah mendekati ekuator. Yang kedua bersumber dari tekanan tinggi Benua Australia, massa sumber udara ini memiliki sifat lembab dan tidak stabil. Yang ketiga bersumber dari Samudera Pasifik, massa udaranya bersifat lembab, hangat dan lebih stabil namun ketika melewati samudera massa udaranya menjadi tidak stabil.
Asia pada bagian timur dan bagian selatan mempunyai sirkulasi Monsun yang sangat besar. Sedangkan Asia pada bagian timur dan tenggara mempunyai sirkulasi yang sangat berkembang. Indonesia sendiri terkena efek Monsun dari Asia Timur dan Tenggara karena disebabkan oleh besarnya Benua Asia dan efek dari daratan tinggi Tibet terhadap aliran udara (Prawirowardoyo,1996). Trewartha (1995) dalam pendapatnya mengatakan massa daratan yang sangat luas di benua Asia menjadikan perbedaan yang timbul dari selisih pemanasan dan pendinginan antara daratan dan lautan lebih hebat. Lebih jauh, Asia yang membentang dari timur hingga barat pada kisaran lebar dari garis bujur di hemisfer Utara, sedangkan di hemisfer Selatan terutama adalah samudera di Selatan Ekuator. Akibatnya bagian terbesar dari perbedaan pemanasan yang menyebabakan sirkulasi Monsun, meliputi juga perbedaan utara-selatan, jadi memperkuat pergeseran normal menurut garis lintang dari sistem-sistem angin utama. Adanya deretan pegunungan yang sangat tinggi di Asia yang terentang arah timur hingga barat yaitu arah Timur Laut Kaspia ke China, sirkulasi meridional udara sangat terhambat. Hal ini membuat perbedaan musiman dalam temperatur dan tekanan yang lebih tinggi.
Selama musim dingin massa daratan disebelah utara pegunungan itu menjadi demikian dingin hingga menghasilkan sistem tekanan tinggi yang kuat di atas Asia Timur Laut dan suatu aliran keluar udara dingin yang cukup menonjol dari Asia Timur (Trewartha, 1995). Di lain pihak, pemanasan intensif musim panas atas daratan subtropis yang terletak di sebelah selatannya deretan pegunungan itu, melahirkan suatu kawasan tekanan rendah dan suatu aliran inflow udara hangat yang kuat dan lembab ke Asia Selatan. Pada musim dingin di belahan bumi utara (BBU), yaitu pada bulan Desember, Januari, dan februari angin Monsun bertiup dari Siberia menuju ke benua Australia. Pada periode ini daerah yang membentang dari ujung Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, Lombok, Nusa Tenggara sampai ke Irian angin Monsun bertiup dari barat ke timur. Pola aliran udara rata-rata pada ketinggian 2000 kaki di bulan Januari merupakan bulan maksimum dari musim dingin di belahan bumi utara (BBU). Oleh sebab itu daerah ini dinamakan Monsun Barat dan musimnya disebut Musim Monsun Barat, sedangkan di daerah yang mencakup sebagian besar Sumatera lainnya dan Kalimantan Barat angin Monsun datang dari arah Timur Laut. Oleh karena itu, angin Monsun di daerah ini disebut Monsun Timur Laut dan Musimnya disebut Musim Monsun Timur Laut. Pada musim panas di belahan bumi utara (BBU), terjadi sebaliknya angin Monsun berhembus dari benua Australia menuju ke Asia.

BAB III
PENUTUP

3.1  Kesimpulan
Angin muson merupakan gerakan massa udara yang terjadi karena pengaruh perbedaan tekanan udara antara benua dan lautan. Proses terjadinya angin muson di Indonesia sangat dipengaruhi oleh Benua Asia dan Benua Australia dan dua samudera, yaitu Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Angin muson di wilayah Indonesia dan mengalami pergantian arah setahun dua kali. Angin muson barat menyebabkan musim penghujan di wilayah Indonesia. Sedangkan angin muson timur menyebabkan musim kemarau di wilayah Indonesia.

3.2  Saran
            Kami sadari bahwa tugas makalah tentang angin muson yang kami buat ini kurang sempurna utuk itu kami menerima kritik dan saran yang membangun.
 
DAFTAR PUSTAKA

·         Ruhimat, Mamat, dkk.2006. Ilmu Pengetahuan Sosial untuk kelas VII SMP. Bandung : Grafindo Media Pratama
·         Kuspriyanto, M.Kes, Drs, Sulistinah, M.Pd, Dra. 2008. Meteorologi. Surabaya : Unesa University Press

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar